LAPORAN AKHIR 1 - MODUL 2
- Pahami terlebih dahulu kondisi yang akan digunakan
- Buka software Proteus 8.17
- Persiapkan alat dan bahan
- Buat rangkaian sesuai dengan kondisi dan modul
- Buka software STM32Cube IDE
- Setelah membuka software, pilih perangkat STM32F103C8T6
- Sesuaikan konfigurasi pin sesuai dengan rangkaian proteus
- Buat kode program untuk mengoperasikan rangkaian tersebut sesuai dengan kondisi
- Konfigurasi kan program dengan software Proteus
- Jalankan simulasi rangkaian.
- Proses selesai
2. Hardware dan Diagram Blok[Kembali]
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja[Kembali]
Rangkaian pada gambar tersebut merupakan sebuah sistem pendeteksi detak jantung yang terhubung dengan mikrokontroler untuk mengolah sinyal dan menghasilkan keluaran berupa indikator visual (LED) serta suara (buzzer). Sensor detak jantung (HB1) bekerja menggunakan prinsip fotoplethysmography, yaitu mendeteksi perubahan volume darah berdasarkan pantulan cahaya pada jari. Saat jari diletakkan pada sensor, variasi aliran darah akibat denyut jantung menghasilkan sinyal analog kecil yang kemudian dikirim ke mikrokontroler melalui pin input.
Sinyal yang dihasilkan sensor umumnya masih mengandung gangguan (noise), sehingga pada rangkaian terdapat bagian pengkondisi sinyal, seperti RV2 (potensiometer). Komponen ini berfungsi untuk mengatur tingkat sensitivitas atau tegangan sinyal agar sesuai dengan rentang pembacaan ADC (Analog-to-Digital Converter) pada mikrokontroler. Setelah disesuaikan, sinyal analog tersebut masuk ke pin ADC pada mikrokontroler (U2) dan dikonversi menjadi data digital untuk diproses lebih lanjut oleh program.
Selanjutnya, mikrokontroler menganalisis pola sinyal tersebut untuk mendeteksi puncak-puncak detak jantung. Berdasarkan hasil analisis ini, mikrokontroler mengontrol output berupa LED dan buzzer. LED yang dihubungkan melalui resistor (R2, R3, R4) berfungsi sebagai indikator visual, misalnya menunjukkan adanya detak atau kondisi tertentu seperti normal, rendah, atau tinggi. Resistor-resistor tersebut berperan dalam membatasi arus agar LED tidak mengalami kerusakan. Di sisi lain, buzzer (BUZ1) digunakan sebagai indikator suara yang akan aktif saat detak terdeteksi atau ketika kondisi tertentu terpenuhi.
Selain itu, terdapat tombol (push button) yang berfungsi sebagai input tambahan, misalnya untuk mereset sistem atau memulai proses pengukuran. Secara umum, alur kerja rangkaian ini adalah: sensor mendeteksi sinyal biologis → sinyal dikondisikan → diproses oleh mikrokontroler → hasilnya ditampilkan melalui LED dan buzzer sebagai bentuk pemantauan detak jantung secara sederhana.
4. Flowchart dan Listing Program[Kembali]
6. Kondisi[Kembali]
Buatlah rangkaian seperti percobaan 1
Download Datasheet Heartbeat Sensor (klik disini)
Download Datasheet STM32F103C8 (klik disini)
Download Datasheet Resistor (klik disini)
Download Datasheet Buzzer (klik disini)Download Datasheet LED (klik disini)
Soal Analisa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar